Kamis, 19 Mei 2016

Kelola Momentmu


      Mengelola moment dalam hidup itu sangatlah penting. Segala sesuatu ada waktunya. Mka karena itu kita harus mengelola moment atau waktu kita dengan baik dan tepat ( Ciptakan waktu secara tepat ). Gunakanlah waktu seperuntuknya. Ketika saatnya untuk belajar, maka pergunakanlah waktu itu untuk belajar dan gunakanlah sebaik mungkin.

     Jika kita menggunakan waktu dengan baik, tepat dan bijaksana, maka kita akan menikmati hasilnya. Siklus waktu itu berputar, sama seperti matahari yang berputar menhelilingi bumi. Oleh sebab itu, mari kita mengatur dan mengelola moment atau waktu kita secara tepat dan sebaik mungkin.

Mengikuti Tuhan dengan Sepenuh Hati


         Hal penting dan paling mendasar adalah mengikuti Tuhan dengan sepenuh hati. Ketika kita mengikuti Tuhan walaupun banyak resiko, maka Tuhan akan menambahkan banyak berkat yang mengikuti, entah itu kepintaran, hikmat, kesehatan akan menyertai orang yang mengikuti Tuhan dengan sepenuh hati.
       
        Orang yang punya iman tidak menjajikan semuanya mudah tetapi orang yng punya " Iman " menjajikan bahwa semuanya " Mungkin ". Kehidupan kita ke depannya memang tidak mudah. Jika kita melihat segala sesuatu dari sisi negatif, maka kita tidak bisa melihat peluang dengan baik, tetapi ketika kita melihat dari sisi yang positif, maka kita dapat memanfaatkan peluang dengan baik.

        Oleh sebab itu, berpikirlah positif dengan peluang yang ada dan carilah Tuhan serta ikutilah Tuhan dengan sepenuh hati.

AKU DAN TASKU





AKU DAN TASKU






Aku selalu ditemani oleh seorang temanku setiap hari saat aku berangkat ke sekolah. Dia adalah tasku. Tasku sangat setia menemaniku mulai dari hari senin hingga sabtu. Pada setiap harinya aku membawa buku dan peralatan untuk pembelajaran. Entah itu berat ataupun tidak, tasku tidak pernah mengeluh. Namun pada suatu hari , terjadi sebuah perdebatan antara aku dan tasku.

Tasku berkata ” Mengapa kau membawa buku sangat berat sekali? badanku jadi sakit”. Lalu aku menjawab “ Hari ini mata pelajarannya cukup banyak, jadi aku membawa banyak buku”. Dan tasku menjawab ” Kau tidak pernah peduli padaku, selama ini aku cukup sabar menemanimu”. Jawabku ” Aku selalu peduli padamu, bukankah aku selalu membawamu setiap hari? Lalu kenapa sekarang kau bilang aku tidak pernah peduli padamu? “ Bahkan akulah yang cukup sabar selama ini, karena aku harus menggendongmu dan apakah kau tidak tahu bahwa aku juga cukup sakit dan lelah?”

Dan tiba-tiba tasku menjawab ” Kau lihat keadaanku sekarang, gara-gara buku dan peralatan yang banyak kau bawa, membuat aku jadi rusak dan tidak bagus lagi. Benang-benangku sudah banyak yang putus dan resletingku pun sudah hampir rusak. Kau sama sekali tidak peduli padaku.”
Dalam beberapa saat, aku dan tasku terdiam sejenak karena kami masih marahan. Lalu aku berkata pada tasku “ Jika kau mengatakan aku tidak peduli padamu, lalu mengapa aku masih selalu membawamu setiap hari ke sekolah? jawab tasku “ Itu karena kau belum mempunyai tas baru sebagai penggantiku.” Lalu aku berkata “ Mungkin saja, tapi selama aku belum punya tas baru, maka aku akan tetap membawamu, karena aku peduli padamu dan aku membutuhkanmu untuk keperluanku. Kau sangat berharga. Sekalipun benang-benangmu putus, aku akan menjahitmu lagi dan jika kau kotor aku selalu mencucimu supaya kau bersih kembali”.

Lalu apakah aku harus berterima kasih padamu?  kata tasku”. Justru akulah yang harus berterima kasih padamu, karena jasamu yang besar aku bisa lebih mudah membawa barang-barangku, jawabku”. Apakah benar aku sangat berjasa padamu?,  tanya tasku”. Tentu saja, jasamu sangat besar, walaupun aku tahu kau pasti kesakitan karena barang-barangku yang banyak dan berat harus kau bawa, tapi aku sangat peduli padamu,  jawabku”. Kalau begitu aku berterima  kasih karena kau sangat baik dan peduli pada keadaanku. Aku juga minta maaf karena aku sudah marah padamu. Aku tahu kau juga lelah dan sakit saat harus menggendongku maka aku tidak perlu bersusah payah untuk berjalan hingga tiba di rumah dan sekolah. Sekali lagi aku minta maaf,  kata tasku”.

Baiklah, kau tidak perlu minta maaf , kau tidak bersalah. Kau dan aku sama-sama merasakan sedih dan senang bersama-sama, jadi tidak ada yang harus disalahkan dalam hal ini, kataku”. Kau dan aku akan selalu bersama hingga kau tidak bisa terpakai lagi dan akan ada penggantimu yang baru, namun aku tetap akan mengingat jasamu bagiku dan aku berjanji akan menyayangi tas baruku sama seperti aku menyayangimu karena kalian adalah keluarga, maka aku akan menyayangi mereka juga. Aku akan merawat mereka sama seperti aku merawatmu, kataku lagi”. Terima kasih, aku sangat berterima kasih, kata tasku”. Dan kami akhirnya berbaikan lagi. Kau dan aku ( Aku dan Tasku ) akan selalu bersama.